ringkasmedia.net, Samarinda – Langkah tegas pemerintah dalam menjamin kebersihan dan keamanan pasokan program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Samarinda kini menjadi sorotan utama.
Keputusan untuk menghentikan sementara operasional sejumlah dapur umum atau Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang belum memenuhi standar kelayakan dinilai sebagai upaya perlindungan yang tepat bagi masyarakat penerima manfaat.
Pengawasan ketat terhadap fasilitas penyedia makanan ini mendapat pengawalan langsung dari DPRD Kota Samarinda. Evaluasi menyeluruh difokuskan pada ketersediaan sarana dasar yang menunjang kelayakan olahan makanan sebelum disalurkan ke warga.
“Yang paling utama adalah berkaitan tentang kebersihan, terus sanitasi dan lain-lain.” tegas Ketua Komisi IV DPRD Kota Samarinda, M. Novan Syahronny Pasie.
Di samping faktor sanitasi, aspek legalitas dan kelengkapan administrasi pengelola dapur juga turut menjadi perhatian agar pelaksanaan program berjalan aman secara hukum.
Meski tidak mengurai persoalan izin secara mendalam, Novan menekankan pentingnya kerapian tata kelola dari sisi aturan. “Belum lagi masalah perizinan yang mungkin saya juga tidak masuk terlalu dalam di sana,” ungkapnya.
Pihak legislatif menilai bahwa penertiban dapur MBG merupakan bentuk tanggung jawab pemerintah dalam menjaga mutu gizi dan kesehatan penerima bantuan.
Namun, lanjut Novan, perbaikan sistem ini diharapkan memiliki tenggat waktu yang jelas agar tidak mengganggu keberlanjutan program maupun keberlangsungan usaha pengelola dapur lokal. “Pada prinsipnya langkah yang dilakukan pemerintah hari ini untuk pembenahan itu cukup baik.” tuturnya.
Pemerintah Kota Samarinda kini didorong untuk bergerak cepat menyelesaikan proses standardisasi dan memberikan kepastian operasional bagi pengelola SPPG.
Kejelasan aturan dan ketepatan waktu menjadi kunci agar penataan ini tidak menciptakan ketidakpastian di tengah masyarakat.
Novan mengingatkan agar proses perbaikan segera dituntaskan. “Tinggal bagaimana ini jangan sampai berlarut-larut sehingga tidak menimbulkan polemik.” pungkasnya.(RHM)
0 Komentar