ringkasmedia.net, Samarinda – Momen musim kemarau saat ini menjadi kesempatan berharga bagi Pemerintah Kota Samarinda untuk menyelesaikan pembenahan seluruh saluran pembuangan air sebelum ancaman banjir puncak musim hujan tiba.
"Mumpung kondisi saat ini belum masuk musim hujan dan masih kemarau, ini momentum bagi Pemkot untuk menuntaskan permasalahan yang menimbulkan banjir saat hujan deras turun." kata Anggota Komisi III DPRD Kota Samarinda, Abdul Rohim.
Peringatan ini berpacu dengan perkiraan cuaca BMKG yang menunjukkan bahwa musim hujan di Kalimantan Timur mulai berlangsung pada November 2026, dengan curah hujan tertinggi terjadi pada Desember 2026 hingga Januari 2027.
Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang diminta bergerak cepat membersihkan endapan lumpur serta memperbaiki kelandaian saluran yang membuat air tersumbat.
"Drainase kita juga mengalami pendangkalan akibat sedimentasi parah, serta tumpukan sampah yang menjadi hambatan." tuturnya.
Pemerintah kota juga didorong memastikan seluruh jalur pembuangan air saling terhubung secara utuh, mulai dari parit di pemukiman warga hingga muara sungai.
Hal ini terlihat pada penampungan air di kawasan Sempaja yang belum bekerja optimal karena saluran penghubung menuju jaringan utama di Jalan PM Noor masih bermasalah.
"Tanpa sistem yang terintegrasi, perbaikan pada satu titik belum tentu mampu mengatasi persoalan aliran air secara keseluruhan." jelas Abdul Rohim.
Selain pembenahan fisik saluran air, pengawasan terhadap pembukaan lahan di kawasan atas harus diperketat agar daerah resapan tidak terus berkurang dan memicu genangan di kawasan pemukiman yang lebih rendah.
Pengendalian tata ruang ini menjadi kunci penting pendamping perbaikan infrastruktur agar masalah banjir dapat diatasi secara menyeluruh.
"Perbaikan yang terencana, didukung pemeliharaan rutin dan pengawasan tata ruang, diharapkan mampu menekan risiko banjir di Samarinda." tutup Abdul Rohim.(RHM)

0 Komentar