ringkasmedia.net, Samarinda – DPRD Kota Samarinda membuka ruang bagi masyarakat, akademisi, dan pelaku usaha untuk terlibat langsung dalam menentukan arah kebijakan pariwisata daerah.
Pelibatan warga ini diwujudkan melalui agenda uji publik naskah akademik Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) tentang Pariwisata.
Anggota DPRD Kota Samarinda sekaligus Ketua Panitia Khusus (Pansus) II, Viktor Yuan, menegaskan bahwa masukan langsung dari warga menjadi kunci agar aturan yang dibuat benar-benar bermanfaat. "Melalui uji publik ini kami ingin memperoleh berbagai masukan, kritik, maupun saran yang konstruktif," ujar Viktor.
Kepastian agenda uji publik ini ditetapkan setelah Badan Musyawarah (Banmus) DPRD Kota Samarinda mematangkan seluruh jadwal kerja legislatif untuk bulan Agustus 2026.
Penjadwalan ini dilakukan agar seluruh fungsi dewan, mulai dari pembuat aturan, pengawasan, hingga anggaran dapat berjalan dengan rapi dan tepat sasaran sepanjang bulan depan. Viktor menjelaskan bahwa kesepakatan agenda ini bertujuan menjaga keteraturan kerja para wakil rakyat.
"Pembahasan dalam rapat Banmus kali ini berfokus pada penyusunan jadwal kegiatan DPRD selama bulan Agustus, mulai dari rapat paripurna hingga agenda kedewanan lainnya," katanya.
Forum dialog terbuka mengenai Raperda Pariwisata tersebut dijadwalkan berlangsung pada 6 Agustus 2026 di Universitas 17 Agustus 1945 (Untag) Samarinda. Sebelum dibawa ke hadapan publik, materi Raperda ini telah terlebih dahulu dikaji secara mendalam oleh Pansus II DPRD Kota Samarinda.
Viktor menyebutkan bahwa kehadiran para pakar dan warga dalam forum tersebut sangat penting untuk menyempurnakan draft aturan yang ada. "Tahapan ini menjadi bagian penting agar substansi Raperda Pariwisata benar-benar sesuai dengan kebutuhan daerah dan dapat diterapkan secara optimal," jelasnya.
Langkah ini diambil mengingat sektor pariwisata dinilai menyimpan potensi besar untuk mendorong kesejahteraan masyarakat dan memperkuat ekonomi Kota Tepian.
Melalui payung hukum yang kuat dan disusun bersama warga, potensi wisata daerah diharapkan dapat terkelola dengan jauh lebih baik.
Viktor optimistis bahwa penataan pariwisata yang tepat akan memberikan dampak ekonomi yang nyata bagi daerah. "Sektor pariwisata memiliki peluang besar untuk dikembangkan sebagai salah satu penopang pertumbuhan ekonomi daerah," pungkas Viktor.(RHM)
0 Komentar