ringkasmedia.net, Samarinda – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Samarinda mendorong Pemerintah Kota serta Dinas Pariwisata untuk tidak hanya berfokus pada pengembangan desa wisata baru, tetapi juga serius menggali kembali potensi wisata alam legendaris yang kini terbengkalai.
Langkah ini dinilai penting agar warga Samarinda memiliki alternatif destinasi liburan akhir pekan selain pusat perbelanjaan.
Anggota Komisi II DPRD Kota Samarinda, H. Viktor Yuan, menilai masyarakat saat ini sangat merindukan kehadiran tempat rekreasi berbasis alam di daerahnya sendiri. "Masyarakat Samarinda ini pada umumnya haus terhadap tempat-tempat wisata," ungkap Viktor.
Menurut Viktor, minimnya pilihan destinasi rekreasi alam saat ini disebabkan oleh kurangnya promosi serta belum matangnya persiapan lokasi wisata yang ada.
Sebelum gencar melakukan promosi ke publik, Dinas Pariwisata dinilai harus membenahi dan menyiapkan fasilitas destinasi terlebih dahulu agar dapat memberikan pengalaman liburan yang berkesan bagi para pengunjung.
"Promosi dari dinasnya masih kurang. Kedua, objek yang mau dipromosikannya harus disiapkan dulu," tuturnya.
Salah satu objek wisata yang disorot adalah Air Terjun Tanah Merah, yang kini kondisinya sangat memprihatinkan dan sering kekeringan saat musim kemarau.
Viktor mengenang masa lalunya ketika debit air terjun tersebut masih sangat deras dan dalam, sangat berbeda dengan kondisi sekarang yang diduga terdampak aktivitas pertambangan serta penebangan hutan di area hulu.
Ia mendesak pemerintah kota untuk bertindak tegas memproteksi kawasan tangkapan air tersebut agar kelestarian alamnya tetap terjaga.
"Kalau hutannya sudah digerus dan ditambang, sumber airnya hilang. Mestinya daerah di situ dibuat zona hijau dan tidak boleh ditambang," tegas Viktor.
Ancaman hilangnya sumber air ini dinilai tidak hanya membayangi Air Terjun Tanah Merah, tetapi juga destinasi alam lain seperti air terjun di kawasan Pampang jika tidak ada penataan lingkungan yang serius.
Ia berharap pemerintah daerah dapat mengambil langkah nyata untuk menghidupkan kembali tempat-tempat wisata ikonik yang mulai meredup demi kemajuan pariwisata Kota Samarinda.
"Harusnya yang sudah mau mati, apalagi yang sudah mati, kita hidupkan lagi. Namun, apapun itu kembali tergantung pada kebijakan pemerintah," pungkas Viktor.(RHM)
0 Komentar