Atasi Macet di Jalan Gajah Mada, Teras Samarinda Tahap II Didesak Segera Dibuka

 

ringkasmedia.net, Samarinda – Kehadiran pagar seng pembatas proyek Teras Samarinda Tahap II yang mempersempit ruas Jalan Gajah Mada kini menjadi perhatian utama karena dampaknya terhadap kemacetan lalu lintas harian.

Pemerintah Kota Samarinda didesak untuk menyelesaikan seluruh urusan administrasi agar kawasan publik ini dapat diresmikan pada akhir Agustus 2026, sehingga ruas jalan utama dapat kembali berfungsi maksimal. 

Ketua Komisi III DPRD Kota Samarinda, Deni Hakim Anwar, menekankan pentingnya pelepasan pembatas tersebut.

“Kalau Teras Samarinda Tahap II sudah dibuka, pagar seng akan dilepas sehingga ruang jalan menjadi lebih luas.” katanya.

​Pengerjaan fisik utama pada segmen dua hingga empat di kawasan tepi sungai ini sebenarnya telah rampung sejak Juni 2026, sehingga pengerjaan tersisa hanya berfokus pada pelaminasian jembatan di segmen pertama yang ditargetkan tuntas bulan ini.

Tahapan penting yang kini dinantikan adalah penunjukan instansi pengelola resmi yang akan merawat seluruh fasilitas jalan kaki dan taman publik tersebut. Terkait perkembangan prosedur pengoperasiannya, Deni menerangkan, tinggal menunggu pengelolanya.

“Dinas PUPR sudah menyerahkan prosesnya ke Sekda, tinggal menunggu penyerahan kepada instansi pengelola.” tuturnya.

​Meskipun masterplan penataan ruang hijau sepanjang Sungai Mahakam ini dirancang membentang hingga 6,3 kilometer, kelanjutan pembangunan Tahap III di kawasan Teluk Lerong dipastikan tertahan. 

Pihak legislatif meminta pemerintah daerah memfokuskan ketersediaan anggaran pada sektor mendesak yang bersentuhan langsung dengan warga, seperti pendidikan dan kesehatan, ketimbang melanjutkan proyek fisik baru. Mengingat pentingnya efisiensi belanja daerah saat ini.

“Kita belum berpikir untuk ada pengerjaan tahap III di tengah efisiensi ini, kita perlu lebih mengedepankan efektivitas penggunaan anggaran untuk menunjang kebutuhan masyarakat.” tegas Deni.

Kawasan Teras Samarinda sendiri sebelumnya berhasil menghadirkan ruang publik modern pada Tahap I yang diresmikan sejak September 2024 dan langsung menjadi pusat aktivitas warga. 

Penyelesaian segmen lanjutan hingga ke area Pelindo di Jalan Yos Sudarso ini diharapkan mampu mengulangi keberhasilan tersebut sekaligus menyelesaikan persoalan penumpukan kendaraan di area sekitar. 

Demi memberikan ruang terbuka yang nyaman tanpa mengorbankan kelancaran jalan raya, Deni kembali menyampaikan harapannya, agar kawasan tersebut segera dibuka dan manfaatnya dapat segera dirasakan secara utuh oleh masyarakat. “Kami berharap kawasan ini bisa dibuka pada akhir Agustus” tutupnya.(RHM)

0 Komentar