Panduan Ibadah Nisfu Syaban Disorot, Momentum Spiritual Penting Jelang Ramadan

 

Samarinda, Ringkasmedia.net— Menjelang bulan suci Ramadan, perhatian umat Islam kembali tertuju pada malam Nisfu Syaban, momentum spiritual yang jatuh pada pertengahan bulan Sya’ban, tepatnya malam tanggal 15. Pada tahun 2025 M/1446 H, malam Nisfu Syaban diperkirakan berlangsung pada Kamis malam Jumat, 13 Februari 2025, dimulai setelah waktu Maghrib.

Sejumlah situs berita populer menyoroti panduan ibadah Nisfu Syaban beserta keutamaannya. Momentum ini dipandang penting karena diyakini sebagai waktu turunnya rahmat dan pengampunan dosa, sekaligus masa diangkatnya catatan amal manusia, menjelang masuknya Ramadan.

Illustrasi amalan Nisfu Syaban edited By Ai

Amalan yang Dianjurkan

Para ulama menganjurkan umat Islam untuk mengisi malam Nisfu Syaban dengan memperbanyak ibadah sunnah sebagai bentuk persiapan spiritual. Beberapa amalan yang umum dilakukan antara lain:

  • Shalat Sunnah Malam, seperti shalat tahajud, hajat, atau shalat sunnah mutlak. Di sejumlah daerah di Indonesia, terdapat tradisi melaksanakan shalat sunnah khusus Nisfu Syaban dua rakaat.

  • Membaca Surat Yasin, yang secara tradisi dibaca sebanyak tiga kali setelah Maghrib, dengan niat memohon panjang umur, rezeki yang halal, serta keteguhan iman.

  • Memperbanyak doa dan istighfar, memohon ampunan serta kebaikan hidup di dunia dan akhirat.

  • Zikir dan shalawat, sebagai sarana mendekatkan diri kepada Allah SWT.

Puasa Sunnah Nisfu Syaban

Selain amalan malam, umat Islam juga dianjurkan memperbanyak puasa sunnah di bulan Sya’ban, khususnya pada pertengahan bulan.

Berdasarkan perkiraan jatuhnya malam Nisfu Syaban pada Kamis malam 13 Februari 2025, maka puasa sunnah Nisfu Syaban dilaksanakan pada Jumat, 14 Februari 2025. Puasa ini diniatkan sebagai puasa sunnah bulan Sya’ban untuk mengharap ridha Allah SWT.

Keutamaan Nisfu Syaban

Dalam berbagai literatur keislaman, Nisfu Syaban dikenal memiliki sejumlah keutamaan, di antaranya:

  • Pengampunan dosa, di mana Allah SWT melimpahkan rahmat dan ampunan-Nya, kecuali bagi mereka yang menyekutukan Allah dan yang masih menyimpan permusuhan.

  • Pengangkatan amal, karena bulan Sya’ban disebut sebagai waktu diangkatnya catatan amal manusia.

  • Latihan spiritual menuju Ramadan, agar umat lebih siap secara mental dan ruhani saat memasuki bulan puasa.

Meski terdapat perbedaan pendapat di kalangan ulama mengenai kekhususan sebagian amalan Nisfu Syaban, mayoritas sepakat bahwa memperbanyak ibadah sunnah, doa, dan introspeksi diri merupakan amalan yang dianjurkan. Oleh karena itu, umat diimbau untuk menyikapi Nisfu Syaban dengan sikap moderat dan berlandaskan ilmu.

Dengan semakin dekatnya Ramadan, malam Nisfu Syaban menjadi pengingat bahwa persiapan menyambut bulan suci tidak hanya bersifat fisik, tetapi juga spiritual—sebuah momentum untuk memperbaiki diri sebelum memasuki fase ibadah yang lebih intens.

0 Komentar