ringkasmedia.net, Samarinda – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Samarinda mengambil sikap tegas untuk memastikan proyek pembangunan kembali Pasar Segiri pascakebakaran berjalan sesuai standar. Pihak legislatif tidak ingin terburu-buru menilai hasil kerja pemerintah daerah sebelum melihatnya secara kasat mata.
Ketua Komisi III DPRD Kota Samarinda, Deni Hakim Anwar, mengungkapkan bahwa hingga saat ini anggotanya belum meninjau lokasi proyek secara langsung, sehingga mereka belum bisa memberikan kesimpulan mengenai kualitas maupun efektivitas bangunan baru tersebut.
"Mengenai berfungsi atau tidaknya fasilitas tersebut secara optimal, jujur saja hingga hari ini kami di jajaran komisi memang belum sempat melakukan peninjauan langsung ke lokasi. Oleh sebab itu, kami belum bisa memberikan penilaian objektif mengenai bentuk dan rupa bangunan yang sudah didirikan di sana," ujar Deni.
Demi mendapatkan data yang akurat, Komisi III DPRD Samarinda dalam waktu dekat akan menyusun jadwal kunjungan lapangan guna memeriksa fisik bangunan yang dibiayai oleh dana tanggap darurat tersebut.
Deni Hakim menjelaskan bahwa peninjauan ini sangat krusial agar pihak legislatif dapat mencocokkan besaran anggaran yang telah dikucurkan dengan realisasi fasilitas yang dibutuhkan oleh para pedagang.
"Kami akan segera memasukkan agenda kunjungan lapangan ini ke dalam jadwal kerja komisi agar bisa melihat secara detail kondisi fisik bangunan hasil dari alokasi dana tanggap darurat. Langkah ini sangat penting untuk memastikan bahwa setiap rupiah anggaran yang keluar benar-benar menjawab apa yang menjadi kebutuhan utama para pedagang di sana," jelas Deni.
Dalam menjalankan fungsi pengawasan, parlemen menekankan bahwa fokus mereka tidak hanya tertuju pada seberapa cepat proyek tersebut selesai, melainkan pada ketahanan dan kelayakan fasilitas yang disediakan.
Deni menegaskan komitmennya untuk mengawal proyek ini agar tempat penampungan atau pasar yang baru benar-benar aman dan nyaman saat mulai ditempati oleh para pedagang yang menjadi korban kebakaran.
"Fokus pengawasan yang kami lakukan di legislatif tidak boleh hanya terpaku pada target percepatan penyelesaian proyek saja. Hal yang jauh lebih prinsipil adalah bagaimana kualitas dari fasilitas itu sendiri, karena kami ingin memastikan bangunan baru ini nantinya benar-benar aman, nyaman, dan layak pakai bagi seluruh pedagang yang terdampak musibah kebakaran," tegasnya.
Lebih lanjut, pengecekan di lapangan nantinya akan masuk hingga ke ranah teknis, termasuk memeriksa spesifikasi material bangunan, luas area, hingga kekuatan struktur konstruksinya.
Deni juga menguraikan bahwa seluruh aspek tersebut harus diperiksa detail agar fungsi pasar sebagai pusat kegiatan ekonomi dapat berjalan dengan optimal dan efektif.
"Pemeriksaan kami nantinya akan mencakup aspek-aspek teknis yang lebih mendalam, seperti kesesuaian mutu material yang dipakai, ukuran luas bangunan bagi tiap pedagang, hingga keandalan struktur konstruksinya. Kita harus menjamin semua hal tersebut berfungsi dengan baik demi kelancaran aktivitas jual beli sehari-hari," imbuhnya.
Langkah sidak langsung ini dipilih karena DPRD Kota Samarinda enggan memberikan penilaian sepihak yang hanya bersumber dari dokumen di atas meja atau laporan tertulis semata. Dirinya menegaskan bahwa evaluasi yang objektif dan adil hanya bisa lahir dari pengamatan langsung di tempat kejadian.
"Tujuan utama kami adalah melihat langsung realitas di lapangan dan mengukur apakah dengan anggaran yang ada, bangunan serta fasilitas yang disediakan tersebut sudah sepadan dan memberikan asas manfaat yang tinggi. Kita tidak bisa memberikan rekomendasi atau evaluasi yang adil jika hanya duduk diam melihat gambar kerja atau lembaran laporan tertulis saja," pungkas Deni.(RHM)
0 Komentar