ringkasmedia.net, Samarinda –Komisi II Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Samarinda memberikan perhatian serius terhadap mekanisme pengelolaan kawasan Teras Samarinda yang dilakukan oleh Perumda Varia Niaga.
Fokus utama evaluasi ini tertuju pada besaran kontribusi keuntungan bagi Pemerintah Kota serta keberlangsungan ekosistem ekonomi kreatif di kawasan tersebut.
Ketua Komisi II DPRD Kota Samarinda, Iswandi, mengungkapkan adanya temuan awal mengenai besaran keuntungan yang diterima pemerintah daerah yang saat ini berada di angka 10 persen. Ia menegaskan bahwa angka tersebut perlu ditelaah lebih mendalam untuk memahami struktur kerja sama yang berjalan.
"Mengenai pengelolaan Teras Samarinda oleh Varia Niaga, memang ada temuan bahwa keuntungan yang diperoleh pemerintah saat ini sebesar 10 persen. Kita perlu menelusuri lebih lanjut apakah angka tersebut diambil dari pendapatan kotor atau keuntungan bersih, mengingat banyak kegiatan di sana merupakan hasil kerja sama dengan pihak ketiga," ujar Iswandi, di Samarinda pada Rabu (06/05/2026).
Meski demikian, Iswandi mengimbau seluruh pihak untuk tidak terburu-buru memberikan penilaian negatif terhadap kinerja pengelola. Menurutnya, diperlukan validasi data yang akurat mengenai kondisi operasional di lapangan sebelum menarik kesimpulan akhir.
"Kita tidak bisa langsung menuduh atau memberikan penilaian sepihak. Sangat penting bagi kita untuk melihat data yang ada serta memahami kondisi objektif saat pengelolaan itu berjalan, sehingga evaluasi yang dilakukan benar-benar berdasar," tambahnya.
Lebih lanjut, Komisi II mengingatkan agar indikator keberhasilan pengelolaan Teras Samarinda tidak hanya diukur dari sisi pendapatan materi semata.
Iswandi menyoroti adanya multiplier effect atau dampak ekonomi berganda yang dirasakan langsung oleh masyarakat, mulai dari perbaikan estetika kota hingga pembukaan lapangan kerja.
"Kita juga harus mempertimbangkan dampak positif yang dihasilkan. Kawasan yang dulunya kumuh kini tertata menjadi bagus, dan yang terpenting adalah seberapa banyak anak muda kreatif Samarinda yang terserap bekerja di sana. Jangan sampai kita hanya mengejar pendapatan yang mungkin tidak seberapa, tetapi justru mengabaikan dampak sosial dan ekonomi lainnya yang jauh lebih besar," jelasnya.
Terkait adanya usulan perubahan skema bagi hasil menjadi 50-50, Iswandi menilai hal tersebut memerlukan diskusi teknis yang sangat matang. Ia menekankan pentingnya sikap rasional dalam berbisnis, mengingat setiap pengelola memiliki beban operasional dan investasi awal yang harus dikembalikan.
"Mengenai skema pembagian keuntungan 50-50, hal ini perlu kita diskusikan bersama dan tidak bisa dipaksakan begitu saja. Kita harus rasional, bisnis apa yang hasilnya bisa langsung 50 persen? Jika Varia Niaga menjalankan semuanya sendiri, kita harus hitung apakah mereka sanggup. Perlu dipertimbangkan juga besaran investasi awal yang telah mereka keluarkan agar kebijakan yang diambil tetap adil bagi semua pihak," pungkas Iswandi.(RHM)
0 Komentar