Penguatan Demokrasi Daerah Angkat Tema Literasi Politik untuk Kemajuan Demokrasi Daerah

Samarinda-Ringkasmedia.net  – Kegiatan Penguatan Demokrasi Daerah dengan tema “Literasi Politik untuk Kemajuan Demokrasi Daerah” digelar bersama anggota DPRD H. Fuad Fakhruddin, S.Pd.I., MM sebagai upaya meningkatkan pemahaman masyarakat terhadap pentingnya partisipasi politik yang cerdas, kritis, dan bertanggung jawab dalam pembangunan daerah.

Kegiatan ini menghadirkan dua narasumber, yakni Ir. Addy Suyatno, S.Kom., M.Kom., PhD dan Riadi, serta dipandu oleh moderator Tria Adinda. Forum ini menjadi ruang diskusi terbuka antara masyarakat, akademisi, dan wakil rakyat untuk membahas bagaimana literasi politik dapat memperkuat kualitas demokrasi di tingkat lokal.

Dalam sambutannya, H. Fuad Fakhruddin menegaskan bahwa demokrasi tidak cukup hanya dimaknai sebagai kegiatan memilih pemimpin saat pemilu. Menurutnya, demokrasi yang sehat membutuhkan masyarakat yang memahami hak, kewajiban, serta mampu menilai kebijakan publik secara rasional. Ia menilai literasi politik menjadi kunci agar masyarakat tidak mudah terpengaruh informasi menyesatkan, provokasi, maupun politik sesaat yang merugikan kepentingan bersama.

Narasumber pertama, Ir. Addy Suyatno, menjelaskan bahwa perkembangan teknologi informasi telah mengubah cara masyarakat menerima dan menyebarkan informasi politik. Karena itu, warga perlu dibekali kemampuan berpikir kritis agar mampu memilah informasi yang benar, memahami isu publik, serta berpartisipasi secara konstruktif. Ia menekankan bahwa literasi politik bukan hanya soal mengenal lembaga negara, tetapi juga kemampuan memahami dampak kebijakan terhadap kehidupan sehari-hari.

Sementara itu, Riadi menyoroti pentingnya budaya dialog dalam demokrasi daerah. Ia menyampaikan bahwa masyarakat yang memiliki literasi politik baik akan lebih siap berdiskusi, berbeda pendapat secara sehat, dan mencari solusi bersama atas persoalan daerah. Menurutnya, kemajuan demokrasi daerah sangat bergantung pada kualitas hubungan antara warga, pemerintah, dan lembaga legislatif.

Diskusi berlangsung interaktif dengan berbagai pertanyaan dari peserta seputar peran generasi muda dalam politik, pentingnya pengawasan terhadap kebijakan publik, hingga tantangan menghadapi hoaks di era digital. Antusiasme peserta menunjukkan bahwa kebutuhan akan pendidikan politik di tengah masyarakat semakin besar.

Kegiatan ini diharapkan mampu mendorong tumbuhnya kesadaran politik yang lebih matang di masyarakat. Dengan literasi politik yang kuat, warga tidak hanya menjadi pemilih, tetapi juga menjadi pengawas, penggerak, dan mitra aktif dalam mewujudkan demokrasi daerah yang lebih maju, transparan, dan berpihak kepada kepentingan rakyat. ADV

0 Komentar