Seperti terpantau di Jalan Lempake Tepian, Kelurahan Gunung Lingai, Kecamatan Sungai Pinang, setelah azan Subuh evakuasi dilakukan ke anak-anak dan ibu hamil.
Wawan, Ketua RT 1 menuturkan evakuasi tersebut dilakukan dengan pertimbangan air yang semakin tinggi, usia kehamilan yang tinggal menunggu hari juga menjadi perhatian.
"Kita evakuasi menggunakan perahu, Alhamdulillah beberapa waktu dapat bantuan dari komunitas HDCI Samarinda, jadi kami terbantu dengan hal itu, sampai saat ini kami tetap pantau ketinggan air, ini mulai turun, semoga cepat berlalu,"ucap Wawan.
Dari pantauan media ini, banyak kendaraan roda dua yang mogok, rata-rata karena menembus banjir alhasil mesinnya mati.
"Harusnya saya ke Sangatta, tapi banjirnya sedada dewasa, jadi kembali kerumah menunggu surut," ungkap Anto, warga yang berada di daerah banjir.
Malah, menurut Anto, sebuah ambulans membawa jenazah tujuan Bontang terhambat banjir, harus menunggu banjir surut untuk melanjutkan perjalanan.
"Tempat saya 35 Tahun baru ini masuk dalam rumah," ungkap Layau yang tak jauh dari Jalan Lempake Tepian.
0 Komentar