![]() |
| Foto: Presiden Prabowo Subianto tiba di Ibu Kota Nusantara (IKN), Kalimantan Timur, Senin (12/1/2026). (Tangkapan Layar Youtube/Sekretariat Presiden) |
PENAJAM PASER UTARA, ringkasmedia.net – Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, akhirnya melakukan kunjungan resmi pertamanya ke Ibu Kota Nusantara (IKN) sejak dilantik pada Oktober 2024 lalu. Kedatangan Kepala Negara pada Senin petang (12/1/2026) ini menjadi pesan politik yang kuat mengenai komitmen keberlanjutan pembangunan ibu kota baru Indonesia tersebut.
Presiden Prabowo tiba di Helipad Halaman Istana Negara IKN sekitar pukul 18.44 WITA dengan menggunakan Helikopter Kepresidenan Super Puma. Pendaratan di jantung Kawasan Inti Pusat Pemerintahan (KIPP) ini disaksikan langsung oleh jajaran pejabat tinggi negara yang telah menunggu di lokasi.
Disambut Hangat oleh Infrastruktur Terpadu
Begitu menapakkan kaki di bumi Nusantara, Presiden disambut langsung oleh Kepala Otorita IKN (OIKN) Basuki Hadimuljono, Menteri Pekerjaan Umum Dody Hanggodo, serta Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY).
Kunjungan ini merupakan bagian dari rangkaian maraton kerja Presiden di Kalimantan. Sebelum mendarat di IKN, pada hari yang sama, Presiden Prabowo telah menyelesaikan dua agenda besar:
Di Banjarbaru (Kalsel): Meresmikan operasional 166 Sekolah Rakyat Terpadu (SRT) sebagai bagian dari program penguatan pendidikan nasional.
Di Balikpapan (Kaltim): Meresmikan megaproyek Refinery Development Master Plan (RDMP) Kilang Pertamina Balikpapan, yang diproyeksikan membuat Indonesia berhenti mengimpor solar mulai tahun 2026 ini.
Pesan Keberlanjutan dan "Ibu Kota Politik"
Dalam pernyataannya, Presiden Prabowo menegaskan tekadnya untuk melanjutkan visi besar yang telah dimulai oleh Presiden ke-7 RI, Joko Widodo.
"Saya bertekad untuk melanjutkan, kalau bisa menyelesaikan. Pak Jokowi saya kira sudah mengambil peran sejarah, beliau yang inisiasi, saya minimal saya lanjutkan," ujar Presiden Prabowo mengutip keterangan Sekretariat Presiden.
Presiden juga kembali menggaungkan target strategis untuk menjadikan IKN sebagai Ibu Kota Politik Indonesia pada tahun 2028, yang ditandai dengan rampungnya kompleks legislatif dan yudikatif.
Pengamanan Ketat dan Antusiasme Warga
Kunjungan ini mendapat pengawalan super ketat dari 2.400 personel gabungan TNI dan Polri. Sterilisasi dilakukan tidak hanya di kawasan inti, tetapi juga di jalur-jalur penyangga IKN. Meski akses terbatas, ratusan warga tetap memadati titik-titik luar area istana untuk melihat sekilas helikopter kepresidenan yang melintas.
Presiden dijadwalkan menginap satu malam di IKN untuk meninjau progres fisik sejumlah gedung kementerian serta fasilitas publik seperti sekolah dan rumah sakit. Pada Selasa (13/1), Presiden direncanakan bertolak ke Malang, Jawa Timur, untuk meresmikan SMA Taruna Nusantara Terintegrasi.

0 Komentar