LD PWNU (LDNU) KALTIM MENGGELAR AUDISI AKSI INDOSIAR 2026

 

Kutai Kartanegara, Ringkasmedia.net.- Ajang pencarian bakat dakwah Akademi Sahur Indonesia (AKSI) Indosiar kembali digelar pada tahun 2026 dengan menghadirkan warna dan semangat baru. Kali ini, Indosiar berkolaborasi secara resmi dengan Lembaga Dakwah Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (LD PBNU) serta Lembaga Dakwah Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (LD PWNU) Kalimantan Timur, sebagai bagian dari upaya memperkuat syiar dakwah yang berakar pada nilai keislaman Ahlussunnah wal Jama’ah

Audisi yang digelar di Kalimantan Timur ini menjadi ruang strategis bagi para dai muda dan calon pendakwah untuk mengasah bakat, meningkatkan kapasitas retorika, serta menguji mental tampil di panggung nasional. Namun demikian, penyelenggara menegaskan bahwa ajang ini bukan semata-mata kompetisi, melainkan juga wadah pembinaan niat, adab, dan komitmen dakwah.

Ketua LDNU Kaltim, Rudini Dai Pramuka, menegaskan bahwa para peserta audisi diharapkan tidak hanya mengejar popularitas atau tampil di layar kaca. Menurutnya, fondasi utama yang harus dimiliki setiap peserta adalah niat yang lurus, sehingga setiap langkah dalam proses audisi bernilai ibadah.

“AKSI bukan sekadar ajang mencari bakat dakwah, tetapi juga sarana menyampaikan nilai-nilai Islam yang menyejukkan ke seluruh penjuru negeri. Jika niatnya benar, maka apapun hasilnya akan membawa keberkahan,” ujar Rudini, yang juga merupakan alumni AKSI Indosiar tahun 2022.

Ia menambahkan, kolaborasi antara Indosiar dan LD PBNU serta LD PWNU Kaltim menjadi momentum penting untuk melahirkan dai-dai muda yang tidak hanya cakap secara retorika, tetapi juga matang secara keilmuan dan akhlak. Dengan demikian, dakwah yang disampaikan mampu menjawab tantangan zaman tanpa kehilangan jati diri keislaman.

Menariknya, sebelum audisi dimulai, para peserta juga mendapatkan pembekalan dan motivasi dakwah dari Ustadzah Farida Ariani, peraih Juara 3 AKSI Indosiar Tahun 2025 asal Kota Samarinda. Dalam penyampaiannya, Farida menekankan pentingnya semangat juang dan keteguhan hati dalam berdakwah.

Ia mengingatkan bahwa tidak lolos audisi atau tidak tampil di layar kaca bukanlah akhir dari perjuangan. “Jangan berkecil hati. Dakwah itu luas, dan bisa dilakukan di mana saja. Panggung dakwah tidak hanya di televisi, tetapi juga di masjid, majelis taklim, bahkan di lingkungan sekitar kita,” ungkapnya.

Menurut Farida, ukuran keberhasilan dakwah bukan terletak pada sorotan kamera, melainkan pada keikhlasan niat dan dampak kebaikan yang ditinggalkan. Selama niatnya lurus karena Allah, maka setiap upaya dakwah akan bernilai dan bermakna.

Dengan digelarnya Audisi AKSI Indosiar 2026 di Kalimantan Timur, LD PWNU Kaltim berharap lahir generasi pendakwah yang mampu menyinergikan bakat, intelektualitas, dan spiritualitas. Kolaborasi ini diharapkan menjadi langkah nyata dalam memperluas syiar Islam yang ramah, moderat, dan membumi, sekaligus memperkuat peran dakwah NU di tingkat nasional.

0 Komentar