ringkasmedia.net, Samarinda – Langkah Pemerintah Kota Samarinda dalam melakukan revitalisasi total terhadap Pasar Pagi mendapatkan sorotan positif dari Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Samarinda.
Keputusan ini dinilai bukan sekadar proyek fisik biasa, melainkan sebuah terobosan besar yang berani, mengingat kompleksitas tantangan yang dihadapi, mulai dari aspek pembiayaan yang besar, proses relokasi pedagang, hingga perubahan mendasar dalam pola aktivitas ekonomi masyarakat yang telah terbentuk selama bertahun-tahun.
Ketua DPRD Samarinda, Helmi Abdullah, menyatakan bahwa langkah ini merupakan perubahan signifikan bagi wajah kota.
"Kalau bicara pasar, sebenarnya kita bersyukur. Walikota berani mengubah wajah pasar tradisional menjadi pasar yang modern. Ini adalah keputusan besar yang berdampak langsung pada wajah kota kita," ujarnya.
Menurut Helmi, kemegahan fisik bangunan hanyalah langkah awal. Keberhasilan sesungguhnya baru tercapai jika revitalisasi ini mampu meningkatkan kesejahteraan para pedagang yang bergantung di sana.
Pasar yang nyaman diharapkan menjadi magnet bagi pengunjung untuk berbelanja lebih banyak, sehingga aktivitas ekonomi tumbuh pesat.
"Harapan kita tinggal bagaimana pasar yang sudah ada itu bisa bermanfaat, khususnya bagi pedagang-pedagang yang sekarang berjualan. Jika tidak ada peningkatan perputaran ekonomi, maka tujuan revitalisasi ini akan sia-sia," tegasnya.
Terkait fasilitas, Helmi mengakui bahwa kondisi pasar saat ini sudah sangat representatif dan nyaman bagi warga. Namun, ia mengingatkan bahwa investasi besar ini akan kehilangan nilainya jika tidak dibarengi dengan perawatan yang konsisten. Pengelolaan pasca-pembangunan menjadi kunci agar pasar tetap menjadi pusat ekonomi yang menarik.
"Kalau bicara megah, tentu itu untuk kepentingan masyarakat Samarinda. Datang ke sana AC-nya bagus, suasananya bagus. Namun, aset itu harus dipelihara dengan baik. Jangan sampai kenyamanan yang sekarang sudah ada berkurang, karena masyarakat bisa jenuh jika kondisinya tidak dijaga," pungkas Helmi.(TIA)
0 Komentar