ringkasmedia.net, Samarinda – DPRD Kota Samarinda mendorong transformasi besar-besaran pada tubuh Perumda Varia Niaga Samarinda agar tidak lagi sekadar menjadi "perantara" bisnis bagi pihak swasta.
Sorotan ini muncul demi memastikan setiap aset milik pemerintah kota dapat dikelola secara mandiri sehingga mampu memberikan kontribusi balik yang signifikan bagi pembangunan daerah melalui Pendapatan Asli Daerah (PAD).
Wakil Ketua Pansus LKPJ 2025 DPRD Samarinda, Abdul Rohim, menekankan bahwa ekspektasi publik terhadap perusahaan daerah sangatlah tinggi dalam memperkuat kemandirian finansial kota.
"Kalau Varia Niaga itu memang fokus kami karena dia adalah salah satu entitas yang kita berharap bisa menyumbang PAD. Kemarin waktu di laporan, mereka menyumbang ke PAD itu Rp500 juta. Sebenarnya ini masih sangat jauh dari ekspektasi kami, karena kami berharapnya bisa lebih besar dari itu," jelas Abdul Rohim.
Berdasarkan tinjauan lapangan, terungkap bahwa beberapa unit usaha populer seperti kafe dan fasilitas olahraga air jetski saat ini masih dioperasikan melalui tangan ketiga.
Rohim menilai, meskipun kerja sama itu praktis, namun pembagian keuntungan yang diterima daerah sangatlah tidak sebanding dengan potensi keramaian yang ada.
"Kita temukan di awal, kami memperkirakan bahwa ini sepenuhnya dikelola oleh pihak Varia Niaga sehingga kita berharap bisa mendapatkan keuntungan yang cukup. Tapi ternyata kondisinya, bagian kafe dan jetski itu dikerjasamakan, dan pihak Varia Niaga hanya mendapatkan imbal bagi hasil sebesar 10 persen. Ini kecil sekali dan menjadi catatan kami secara manajemen," tambahnya.
Legislator ini berpendapat bahwa kemandirian operasional adalah kunci utama jika Varia Niaga ingin melompat lebih jauh dan memberikan profit yang lebih tebal bagi kas kota.
Dengan mengelola bisnis secara langsung, seluruh margin keuntungan dapat masuk sepenuhnya ke kantong perusahaan daerah tanpa harus terpotong oleh pihak luar.
"Kalau dikelola lagi oleh swasta kemudian dikontrak dan hanya mendapatkan imbal balik 10 persen dari net yang didapatkan swasta, itu sangat kecil. Dalam pikiran teman-teman di DPRD, mestinya idealnya Varia Niaga mengelola sendiri sehingga nanti keuntungannya bisa lebih optimal masuk ke kantong perusahaan, yang pada akhirnya setoran PAD ke pemerintah kota bisa lebih besar," tegasnya lagi.
Sebagai langkah perbaikan, pihak dewan telah menjadwalkan pertemuan khusus dengan manajemen Varia Niaga untuk merumuskan ulang strategi bisnis yang lebih mandiri dan menguntungkan. Harapannya, perusahaan plat merah ini bisa lebih inovatif dalam mengelola unit usahanya di masa depan.
"Mestinya kita agendakan karena kita harus klarifikasi. Selama nanti waktunya memang masih memungkinkan, pihak-pihak yang ada itu pasti akan kita panggil lagi untuk meminta keterangan lebih lanjut. Secara hemat kami, usaha tersebut harusnya dikelola sendiri sehingga hasil yang didapatkan daerah bisa jauh lebih besar," tutup Abdul Rohim.(RHM)
0 Komentar